Tampilkan postingan dengan label Budi Darma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budi Darma. Tampilkan semua postingan

29 Februari 2012

Cerpen Budi Darma: Laki-laki Pemanggul Goni

SETIAP kali akan sembahyang, sebelum sempat menggelar sajadah untuk sembahyang, Karmain selalu ditarik oleh kekuatan luar biasa besar untuk mendekati jendela, membuka sedikit kordennya, dan mengintip ke bawah, ke jalan besar, dari apartemennya di lantai sembilan, untuk menyaksikan laki-laki pemanggul goni menembakkan matanya ke arah matanya.

Tidak tergantung apakah fajar, tengah hari, sore, senja, malam, ataupun selepas tengah malam, mata laki-laki pemanggul goni selalu menyala-nyala bagaikan mata kucing di malam hari, dan selalu memancarkan hasrat besar untuk menghancurkan.

27 Maret 2009

Mengulik Bilik Budi Darma

Suatu hari ia diajak sang nenek jalan-jalan di pinggir pantai Rembang. Ia menyisir sepanjang pantai itu, mengamati alam sekitar. Ia berpikir, air sungai mengalir ke laut tiap waktu, tapi mengapa laut tidak pernah banjir.

Sama halnya ketika ia mengamati tupai dalam sangkar yang selalu bergerak dan melompat ke atas, namun si tupai tetap pada tempat yang sama karena si pemilik membuat sangkar tupai terus berputar sehingga si tupai itu tetap di titik yang sama.

Ia berpikir, apakah itu yang namanya nasib? Kenapa orang bisa menjadi tua? Mengapa ada orang yang meninggal? Seandainya semua orang lahir tanpa meninggal, dunia ini bagaimana?