Mulanya ia bertekad untuk menjadi pelukis, tapi kenyataan pahit membuatnya banting arah. Selepas masa studi di ASRI (Akademi Senirupa Indonesia) Yogyakarta tahun 1969, ia pulang ke kampung halaman menengok Ayahnya yang sedang sakit di Padang. Tapi kemudian tidak bisa kembali ke Yogyakarta karena tidak ada ongkos.Ia lalu menjadi guru melukis di SSRI Padang tahun 1970, hingga kemudian diajak A.A Navis menjadi guru di Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam. Ia mulai ia putar haluan dengan ”belajar” menulis karena terheran mendapati mahalnya biaya untuk membeli cat, karena cat hanya bisa didapatkan di Medan, lebih 400 km dari Padang.