PAGI datang. Cahaya matahari bergegas mengeringkan
basah embun sisa semalam. Helai-helai daun yang lembab bergetar lembut
pada reranting penumbuhnya, seolah siap bersegera menyerap sinar
matahari sebagai menu sarapan untuk akar dan batang pohon. Serupa
denganmu yang memantik api demi mematangkan hidangan sarapan.
Kau tambahkan sebilah kayu bakar pada lubang di antara potongan bata
yang tersusun sebagai tungku. Segera api membesar, bertambah daya
panasnya untuk mendidihkan sepanci air yang terjerang di atasnya. Kau
lepas simpul karung beras, harus kau cuci beras itu dengan segera
sebelum air mendidih. Namun gerak sigapmu terhenti, bayang tubuh kecil
anakmu di ambang pintu dapur seketika membuatmu membeku.
Tampilkan postingan dengan label Sanie B. Kuncoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sanie B. Kuncoro. Tampilkan semua postingan
09 Januari 2012
25 Februari 2009
Lagi, Ma Yan, Novel Bertema Pendidikan
Rupanya novel-novel yang mengangkat tema-tema pentingnya pendidikan mulai menjadi tren, setelah Laskar Pelangi yang merupakan memor dari penulisnya, Andrea Hirata, kini muncul juga novel Ma Yan yang berkisah betapa berat jalan seorang perempuan mendapatkan pendidikan.Novel ini diangkat dari kisah nyata Ma Yan yang jurnal hariannya pernah diterbitkan ke dalam bahasa Prancis. Dari bahan tulisan yang berserak dan berita-berita sekitar kehidupan Ma Yan, utamanya dari buku harian Ma Yan. Sanie B. Kuncoro, novelis dan pemenang beberapa sayembara novel, cerpen, dan novelet, menuliskannya kembali dengan apik dalam bentuk novel dengan penuh perasaan dan meremas emosi.
Langganan:
Postingan (Atom)
