SETIAP kali akan sembahyang,
sebelum sempat menggelar sajadah untuk sembahyang, Karmain selalu
ditarik oleh kekuatan luar biasa besar untuk mendekati jendela, membuka
sedikit kordennya, dan mengintip ke bawah, ke jalan besar, dari
apartemennya di lantai sembilan, untuk menyaksikan laki-laki pemanggul
goni menembakkan matanya ke arah matanya.
Tidak tergantung apakah fajar, tengah hari, sore, senja, malam,
ataupun selepas tengah malam, mata laki-laki pemanggul goni selalu
menyala-nyala bagaikan mata kucing di malam hari, dan selalu
memancarkan hasrat besar untuk menghancurkan.
