Tampilkan postingan dengan label Raudal Tanjung Banua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raudal Tanjung Banua. Tampilkan semua postingan

16 Februari 2012

Cerpen Raudal Tanjung Banua: Cerita Campur-Aduk dari Pamanku

PAMANKU bernama Untung Sudah—nama dengan segala arti dan makna. Dia sendiri menceritakan perihal namanya ini dengan mencampur-adukkan cerita nenek dan ayahku yang pernah kudengar. Kata Nenek (tiga kali Al-Fatihah untuknya), ketika ia mengandung, suaminya meninggal karena sakit. Tak diketahui pasti apa penyakitnya. Ada yang bilang sakit kuning sebab mata kakek terlihat menguning sebelum ajal. Ada pula yang menganggap sakit biri-biri karena sekujur badan penderita bengkak seperti biri-biri gemuk. Begitulah, untung tak dapat diraih, malang tak tertolak, kebersamaan kakek-nenek usailah sudah. Inti kalimat sedih sekaligus pasrah itu lekat dalam diri pamanku selamalamanya….