PAMANKU bernama Untung Sudah—nama dengan segala
arti dan makna. Dia sendiri menceritakan perihal namanya ini dengan
mencampur-adukkan cerita nenek dan ayahku yang pernah kudengar. Kata
Nenek (tiga kali Al-Fatihah untuknya), ketika ia mengandung, suaminya
meninggal karena sakit. Tak diketahui pasti apa penyakitnya. Ada yang
bilang sakit kuning sebab mata kakek terlihat menguning sebelum ajal.
Ada pula yang menganggap sakit biri-biri karena sekujur badan penderita
bengkak seperti biri-biri gemuk. Begitulah, untung tak dapat diraih,
malang tak tertolak, kebersamaan kakek-nenek usailah sudah. Inti
kalimat sedih sekaligus pasrah itu lekat dalam diri pamanku
selamalamanya….
