Tampilkan postingan dengan label Lelaki Kucing pasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lelaki Kucing pasar. Tampilkan semua postingan

28 Maret 2012

Cerpen Adi Zamzam: Lelaki Kucing Pasar

SEBUAH sudut di samping sebuah lapak tukang sol sepatu. Leret matanya meriap-riap begitu cahaya redup menemukan wajahnya. Belek menggumpal di kedua sudut matanya. Ia menggeliat sebentar, meregangkan kedua kaki depannya.
Seperti ada hewan buas dalam perutku. Karena hampir seharian tak kuberi jatah makan, ia menggigit-gigit dinding lambungku. Bau geliat pasar semakin membuatnya beringas, memaksaku segera melangkah ke arus keramaian. Aku harus bergegas karena keramaian itu biasanya hanya berlangsung tiga-empat jam saja.
Bulunya kelabu. Terlihat sangat kusam, penanda bahwa ia bukan piaraan. Ekornya tampak layu, mungkin lapar yang membuatnya begitu. Gelambir perutnya bergoyang-goyang saat ia melangkah gontai. Kedua matanya masih menyipit, mungkin menahan kantuk atau lapar.