Tampilkan postingan dengan label Penggali Pasir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penggali Pasir. Tampilkan semua postingan

14 Maret 2012

Cerpen Mashdar Zainal: Penggali Pasir

DARI atas tanggul, ia memandang lepas deras arus bengawan yang kelam dan bergelombang bagai rambut ibunya. Matanya memicing, memperhatikan luapan air yang perlahan surut. Seperti biasanya, bila luapan air mulai surut, tepian bengawan itu akan dipenuhi kerikil dan endapan-endapan pasir basah, yang bila mengering akan tampak menggunduk seperti bukit-bukit kecil di padang gurun.

Ia hapal betul, kapan air akan meluap dan kapan akan surut. Dari rumahnya ia dapat mendengar gemuruh air pasang. Sesekian waktu, bila suara gemuruh itu merendah, artinya air telah surut dan ia akan menaiki tanggul di tepian bengawan itu sambil membawa serok dan ciduk pasir yang dibuatnya sendiri dari bekas kaleng kotak biskuit.