Tampilkan postingan dengan label Payung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Payung. Tampilkan semua postingan

18 Agustus 2011

Cerpen Mochammad Asrori: Payung

Setiap kali mendung menggamit langit dan angin menderu melanggar pepohonan di seberang masjid, ia selalu tergoda menarik payung itu dari sangkutannya di belakang pintu kamar ibu. Ya, ia selalu tergoda membukanya di udara terbuka ketika gerimis jatuh. Maka diam-diam ia pun melakukannya. Berjingkat-jingkat ia melewati ruang tengah dan ruang tamu, lalu berlari ke halaman setelah pelan-pelan menutup pintu.

 Ia kembangkan payung itu di halaman. Memutar-mutar batang besinya hingga tangkainya yang lebar ikut berputar cepat seperti putaran baling-baling heli. Saat butir-butir hujan berjatuhan di atas kain payung, secepat kilat butiran air itu terpeleset ke pinggir tangkai kain payung, lalu deras terhempas ke segala arah seperti peluru. Tertawalah ia sambil ikut berputar-putar, menari-nari.