Burung-burung api itu melesat dan menembus jantung para
pembantai. Para pembunuh terbakar. Tubuh mereka menyala. Siti bertanya,
“Mengapa bangau-bangau ini jadi ganas semua?”
TAK ada keindahan seanggun tarian burung bangau yang
sedang bercumbu. Dan Siti menatap takjub beratus-ratus pasangan bangau
yang sedang berkencan itu. Burung-burung itu serempak mencericitkan
kicau mirip tangisan paling pedih yang memekakkan telinga, tetapi pada
saat sama mereka bergerak mirip penari keraton. Mereka mengayunkan sayap
dalam gerak yang kadang-kadang lamban, kadang-kadang cepat,
kadang-kadang ritmis, kadang-kadang sembarangan.
