Tampilkan postingan dengan label Burung Api Siti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Api Siti. Tampilkan semua postingan

07 November 2011

Cerpen Triyanto Triwikromo: Burung Api Siti

Burung-burung api itu melesat dan menembus jantung para pembantai. Para pembunuh terbakar. Tubuh mereka menyala. Siti bertanya, “Mengapa bangau-bangau ini jadi ganas semua?”

TAK ada keindahan seanggun tarian burung bangau yang sedang bercumbu. Dan Siti menatap takjub beratus-ratus pasangan bangau yang sedang berkencan itu. Burung-burung itu serempak mencericitkan kicau mirip tangisan paling pedih yang memekakkan telinga, tetapi pada saat sama mereka bergerak mirip penari keraton. Mereka mengayunkan sayap dalam gerak yang kadang-kadang lamban, kadang-kadang cepat, kadang-kadang ritmis, kadang-kadang sembarangan.