Tampilkan postingan dengan label Wali Kesebelas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wali Kesebelas. Tampilkan semua postingan

19 Januari 2012

Cerpen Triyanto Triwikromo: Wali Kesebelas

Para utusan Lurah Lading Kuning ingin membunuh dan membuang mayat Syeh Muso ke laut. Tetapi Syeh Bintoro ingin menunjukkan kepada warga kampung betapa sang penebar ajaran sesat hanyalah seekor anjing busuk.
 .
IA bukan pewarta agama. Dia juga tak pernah mengajak penduduk di kampung yang setiap senja tiba menjadi surga bangau itu mengaji di masjid. Tiba-tiba saja warga memanggilnya sebagai Syeh Muso. Dia tidak bisa berjalan di atas air, tetapi dalam bisik-bisik di kampung nelayan itu, dia dapat menyibak air laut dengan tongkat. Dia bisa berjalan di dasar laut dan melihat dinding-dinding laut yang terbelah itu sebagai kolam ikan raksasa.