
Riak air kran berhenti, pintu kamar mandi terbuka. Wajah perempuan dengan semu pucat muncul, berjalan ke muka cermin. Sejenak mematut-matut diri di sana, dari depan, dari samping, lalu duduk. Tangannya menopang dagu, menatap wajahnya di cermin. “Apa aku terlihat gemuk?” katanya, “Aku pasti gemuk, bukan?”
Ia memutar posisi duduk menghadap ke ranjang, ke arahku. Wajahnya murung lucu. Aku tidak menanggapi, hanya tersenyum. Tapi itu malah membuatnya sewot. Ia berdiri dan mengambil tempat di bibir ranjang, di sampingku.